PancaMerdeka.com - Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia setelah dilantik pada 1 Oktober 2026. Ia adalah diplomat karier yang bergabung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sejak 1997 dan menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024.
Sebelumnya, posisi Menlu diisi Sugiono, yang pada hari yang sama dipindahkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Pendidikan dan Awal Karier Diplomat
Arrmanatha, yang biasa disapa Tata, lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris, pada 1991–1993, kemudian menyelesaikan MBA di University of Leicester pada 1993–1994.
Ia melanjutkan studi magister hubungan internasional di Universitas Indonesia pada 1997–1998. Pada tahun yang sama, ia memulai karier di Kemlu.
Pengalaman awalnya banyak berkaitan dengan diplomasi multilateral dan perdagangan internasional. Pada 2001–2004, ia bertugas sebagai Second Secretary sekaligus negosiator WTO di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa.
Setelah itu, ia menjabat Deputy Director for Agriculture and Commodities pada Direktorat Jenderal Multilateral Kemlu pada 2005–2008.
Bertugas di PBB dan Menjadi Juru Bicara Kemlu
Pada 2008–2012, Arrmanatha menjadi First Secretary pada Perutusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.
Pada Desember 2014 hingga Juli 2019, ia menjadi juru bicara Kemlu sekaligus Kepala Biro Dukungan Strategis.
Setelah itu, ia ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Prancis, Andorra, Monako, serta UNESCO pada 2019–2021.
Pada 2021–2024, ia menjabat Duta Besar sekaligus Wakil Tetap Indonesia untuk PBB dan International Seabed Authority (ISA) di New York.
Dari Wakil Menlu ke Menlu
Pada Oktober 2024, Arrmanatha masuk jajaran Wakil Menteri Luar Negeri bersama Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno. Ia menjabat posisi itu hingga diangkat menjadi Menlu pada 1 Oktober 2026.
Setelah dilantik, Tata menyatakan pergantian Menteri Luar Negeri tidak berarti perubahan mendasar dalam politik luar negeri Indonesia. Ia menyebut prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi dasar.
"Kita akan teruskan apa yang sudah baik yang dilakukan oleh Pak Sugiono," kata Tata setelah pelantikan, seperti diberitakan Kompas.com pada 1 Oktober 2026.
Agenda yang Disebut Setelah Pelantikan
Salah satu agenda yang disebut Tata setelah dilantik adalah rencana Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030. Rencana tersebut sebelumnya juga disampaikan Sugiono dalam Sidang Umum PBB.
Tata juga mengakui situasi internasional yang dihadapi Indonesia tidak sederhana. Ia menyebut tantangan diplomasi Indonesia ke depan sangat besar.
Profil Singkat Arrmanatha Nasir
- Nama: Arrmanatha Christiawan Nasir
- Nama panggilan: Tata
- Lahir: Bangkok, Thailand, 30 Desember 1971
- Pendidikan: University of Buckingham, University of Leicester, dan Universitas Indonesia
- Mulai berkarier di Kemlu: 1997
- Pengalaman: negosiator WTO, pejabat Kemlu, juru bicara Kemlu, Duta Besar RI untuk Prancis, perwakilan tetap RI untuk PBB dan ISA
- Wakil Menteri Luar Negeri: 2024–2026
- Menteri Luar Negeri: mulai 1 Oktober 2026