pancamerdeka.com — Senator Ronald "Bato" Dela Rosa menunjukkan keteguhan hati dalam menghadapi titik terendah dalam perjalanan hidupnya sebagai pelayan publik. Di tengah sorotan dunia terkait statusnya yang kini menjadi subjek perhatian internasional oleh ICC, Dela Rosa tetap memohon doa dan dukungan dari segenap rakyat Filipina agar keadilan dapat ditegakkan di atas tanah airnya sendiri.
Mantan Kepala Kepolisian Nasional ini meyakini bahwa setiap tantangan merupakan ujian integritas bagi seorang pemimpin sejati. Meskipun situasi di Gedung Senat sempat diwarnai ketegangan pada Rabu malam, komitmen Dela Rosa untuk menjaga stabilitas politik tetap dibuktikan melalui kehadirannya dalam pemilihan kepemimpinan Senat yang baru demi keberlanjutan roda pemerintahan.
Dalam pernyataan yang penuh haru, Dela Rosa menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menghindari tanggung jawab, melainkan menuntut proses yang sesuai dengan kedaulatan hukum Filipina. Ia percaya bahwa sebagai negara merdeka, Filipina memiliki sistem peradilan yang mampu menilai setiap bakti dan dedikasinya selama memimpin operasi keamanan nasional dengan adil.
"Saya akan menghadapinya, selama mereka mengikuti proses yang tepat. Jika ada surat perintah penangkapan yang sah, mereka harus membawanya ke pengadilan lokal," ujar Ronald Dela Rosa melalui pesan emosionalnya pada Rabu (13/5/2026).
Langkah perlindungan yang diberikan oleh pimpinan Senat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap marwah lembaga tinggi negara. Keputusan Presiden Senat Alan Cayetano untuk memberikan ruang bagi proses hukum domestik memberikan harapan bahwa hak-hak sipil setiap warga negara, termasuk seorang senator, tetap dilindungi oleh konstitusi.
Di balik hiruk pikuk berita yang beredar, Dela Rosa melalui kanal komunikasinya mengajak publik untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh agenda-agenda yang dapat memecah belah persatuan. Dukungan moral dari para sejawat di Senat menjadi kekuatan tambahan bagi sosok yang akrab disapa "Bato" ini dalam mengarungi badai hukum yang sedang menerjangnya.
"Saya memohon kepada Anda, saya harap Anda dapat membantu saya. Jangan biarkan warga Filipina lainnya dibawa ke Den Haag," pintanya dengan tulus melalui video yang menyentuh hati para pendukungnya pada Kamis (14/5/2026).
Kini, seluruh elemen bangsa menanti jalan keluar yang elegan dan inspiratif dari krisis ini. Harapan besar disematkan kepada pemerintahan Presiden Marcos untuk dapat menjembatani persoalan internasional ini dengan tetap mengutamakan martabat serta harga diri bangsa di mata dunia. ***