PancaMerdeka.com - Gempa kembar Venezuela berkekuatan M7,2 dan M7,5 mengguncang wilayah pesisir utara negara itu pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Dua guncangan besar yang terjadi hanya dalam selang sekitar 39 detik memicu kepanikan massal, peringatan tsunami, serta status red alert dari United States Geological Survey (USGS) karena potensi dampak kemanusiaan yang besar.
Hingga Kamis (25/6/2026) dini hari WIB, pemerintah Venezuela belum merilis jumlah korban resmi. Tim penyelamat masih bekerja di sejumlah titik reruntuhan, sementara pemodelan awal USGS menunjukkan risiko kerusakan luas dan kemungkinan korban dalam skala besar.
Gempa Kembar Venezuela Terjadi dalam Hitungan Detik
USGS mencatat gempa pertama awalnya berkekuatan M7,1 sebelum diperbarui menjadi M7,2. Episentrum berada di sebelah barat komunitas Morón di pesisir Karibia Venezuela, sekitar 168 kilometer dari Caracas, dengan kedalaman 13 kilometer.
Sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih besar dengan magnitudo M7,5 mengguncang area berdekatan pada kedalaman 10 kilometer.
Fenomena ini diklasifikasikan sebagai doublet earthquake, yaitu dua gempa besar yang muncul hampir bersamaan di lokasi yang sangat berdekatan.
Fenomena tersebut tergolong sangat jarang. Dalam kajian seismologi, pola seperti ini diperkirakan terjadi dalam rentang sangat panjang dan jauh lebih jarang dibanding gempa besar tunggal.
| Parameter | Gempa Pertama | Gempa Kedua |
|---|---|---|
| Magnitudo | M7,2 | M7,5 |
| Lokasi | Barat Morón | Barat daya Morón |
| Kedalaman | 13 km | 10 km |
| Jarak waktu | - | ±39 detik setelah gempa pertama |
USGS Keluarkan Red Alert
USGS mengeluarkan red alert atau peringatan tingkat tinggi terhadap potensi dampak kemanusiaan. Penilaian awal menggabungkan faktor kedalaman gempa yang dangkal, kepadatan penduduk, dan kerentanan bangunan di wilayah terdampak.
"Potensi lebih dari 1.000 korban jiwa hingga puluhan ribu," dikutip dari New York Times, Kamis (25/6/2026), kata Seismolog USGS Paul Earle.
Pemodelan USGS juga memperkirakan kerugian ekonomi berpotensi mencapai 2 hingga 20 persen dari Produk Domestik Bruto Venezuela.
Meski demikian, estimasi tersebut masih berupa pemodelan risiko dan belum dapat dianggap sebagai data korban resmi.
Kepanikan Terjadi di Caracas
Warga Caracas dilaporkan berhamburan keluar gedung beberapa saat setelah guncangan pertama terasa.
Di distrik Chacao, Wali Kota Gustavo Duque mengonfirmasi dua bangunan runtuh. Sedikitnya 16 orang dilaporkan terluka dan proses evakuasi masih berlangsung.
"Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," ujar Wali Kota Chacao Gustavo Duque.
Sebanyak 18 orang berhasil dievakuasi dari salah satu bangunan yang terdampak.
Di Negara Bagian Falcón, Gubernur Víctor Clark menyebut 32 orang dirawat di rumah sakit dan sedikitnya 15 orang masih terjebak beberapa jam setelah gempa.
Bandara Internasional Simón Bolívar Caracas juga dilaporkan mengalami kerusakan sehingga penerbangan ditangguhkan sementara.
Mengapa Gempa Kembar Venezuela Sangat Berbahaya?
Gempa dangkal umumnya menghasilkan guncangan lebih kuat di permukaan dibanding gempa dengan kedalaman lebih besar.
Pada kasus gempa kembar Venezuela, dampaknya menjadi lebih kompleks karena bangunan yang sudah melemah akibat guncangan pertama langsung menerima tekanan kedua sebelum sempat kehilangan energi getaran.
- Dua guncangan besar terjadi hampir bersamaan
- Kedalaman hanya 10–13 kilometer
- Wilayah terdampak memiliki populasi padat
- USGS memperingatkan risiko tanah longsor dan likuifaksi
Efek berlapis seperti ini dapat meningkatkan tingkat kerusakan, terutama pada struktur bangunan yang tidak dirancang menghadapi beban seismik tinggi.
Jika proyeksi awal berkembang menjadi kerusakan luas, peristiwa ini berpotensi tercatat sebagai salah satu bencana gempa terbesar Venezuela dalam lebih dari dua abad.
Status WNI di Venezuela
Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh warga negara Indonesia yang terdata di Venezuela berada dalam kondisi aman.
"KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 orang, ada dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah.
KBRI Caracas juga membuka jalur komunikasi darurat untuk mengantisipasi perkembangan situasi.