Mancanegara

Jendela Pesawat Ryanair Pecah, Penumpang Nyaris Tersedot Keluar

Pesawat Ryanair
Pesawat Ryanair

PancaMerdeka.com - Seorang penumpang maskapai Ryanair dilaporkan nyaris tersedot keluar setelah jendela pesawat pecah saat penerbangan dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman. Penumpang pria berusia 61 tahun asal Serbia itu selamat karena masih mengenakan sabuk pengaman dan mendapat bantuan dari penumpang lain saat insiden terjadi.

Peristiwa tersebut memicu kepanikan di dalam kabin. Selain mengungkap kronologi kejadian, insiden ini juga kembali menyoroti bahaya rapid decompression, yaitu kondisi ketika tekanan udara di dalam kabin turun secara tiba-tiba saat pesawat berada di ketinggian.

Kronologi Jendela Pesawat Ryanair Pecah

Dikutip dari CNN, penumpang asal Serbia itu hampir terhisap keluar dari pesawat Boeing 737 setelah jendela dilaporkan pecah di tengah penerbangan. Ia berhasil selamat karena sabuk pengaman masih terpasang, sementara istrinya memegang kedua kakinya hingga situasi dapat dikendalikan.

Data dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan pesawat telah mengudara lebih dari satu jam dan sempat mencapai ketinggian sekitar 16.000 kaki sebelum akhirnya turun kembali ke Bandara Thessaloniki.

Sejumlah penumpang menggambarkan suasana di dalam kabin berubah menjadi panik setelah terdengar dentuman keras yang disebut mirip suara ban meledak. Tak lama kemudian, masker oksigen darurat otomatis keluar dari kompartemennya.

Pada awalnya, beberapa penumpang mengira pintu darurat telah terbuka. Namun kemudian diketahui pesawat mengalami rapid decompression yang menyebabkan tekanan udara di dalam kabin turun secara mendadak.

Apa Itu Rapid Decompression?

Rapid decompression adalah kondisi ketika tekanan udara di dalam kabin berkurang secara tiba-tiba akibat adanya kerusakan atau lubang pada badan pesawat.

Saat pesawat terbang di ketinggian belasan ribu kaki, tekanan udara di luar pesawat jauh lebih rendah dibandingkan tekanan yang dipertahankan di dalam kabin agar penumpang dapat bernapas dengan nyaman.

Apabila terjadi kerusakan pada badan atau jendela pesawat, udara bertekanan di dalam kabin akan mengalir sangat cepat menuju area bertekanan lebih rendah di luar pesawat. Aliran udara inilah yang dapat menyebabkan benda-benda ringan, maupun orang yang berada sangat dekat dengan titik kerusakan, berisiko terdorong atau tersedot ke arah bukaan tersebut.

Dalam situasi seperti ini, sabuk pengaman menjadi salah satu perlindungan penting karena membantu menahan tubuh penumpang tetap berada di kursinya ketika terjadi perubahan tekanan secara mendadak.

Korban Mengalami Luka, Risiko Bisa Lebih Fatal

Pada insiden Ryanair ini, penumpang dilaporkan mengalami friction burns atau luka akibat gesekan ketika tubuhnya bersentuhan dengan bagian pesawat saat tekanan kabin berubah secara tiba-tiba.

Meski korban selamat, insiden serupa pernah menimbulkan dampak yang jauh lebih fatal.

Dikutip dari Reuters, pada 2018 sebuah pesawat Boeing 737 Next Generation (NG) milik Southwest Airlines mengalami kegagalan mesin setelah bilah kipas patah. Pecahan tersebut menyebabkan jendela pesawat rusak dan sebagian tubuh seorang penumpang tersedot keluar hingga akhirnya meninggal dunia.

Insiden Lama Mendorong Perubahan Standar Keselamatan

Setelah kecelakaan Southwest Airlines pada 2018, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) meminta Boeing mendesain ulang struktur penutup kipas mesin pada pesawat 737 NG untuk mengurangi risiko kejadian serupa.

Selanjutnya, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan arahan pada 2023 yang mewajibkan Boeing menyelesaikan desain ulang tersebut paling lambat Juli 2028.

Hingga kini, penyebab pasti insiden pada penerbangan Ryanair masih belum dijelaskan dalam naskah sumber. Proses investigasi diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan jendela pesawat dilaporkan pecah. Sementara itu, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, termasuk mengenakan sabuk pengaman selama penerbangan, meski tanda sabuk pengaman telah dimatikan.