Ragam

Prabowo dan Modi Pilih Prambanan, Diplomasi Budaya Dua Peradaban Menguat

Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi di Prambanan
Presiden Prabowo dan PM Narendra Modi di Prambanan

PancaMerdeka.com - Candi Prambanan menjadi penutup kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 8 Juli 2026. Lebih dari sekadar agenda seremonial, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Modi di kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia itu menandai penguatan hubungan Indonesia dan India melalui jalur budaya, sejarah, serta pelestarian warisan dunia.

Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi pertemuan memiliki makna yang kuat. Selain menjadi situs Warisan Dunia UNESCO, kompleks candi berusia lebih dari seribu tahun itu juga menyimpan jejak hubungan panjang peradaban Nusantara dan India yang masih terpelihara hingga kini.

Candi Prambanan, Warisan Peradaban yang Menyatukan Indonesia dan India

Candi Prambanan dibangun sekitar tahun 856 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi. Kompleks ini memiliki 240 bangunan candi dengan tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yakni Siwa, Wisnu, dan Brahma.

Sejak 1991, Prambanan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding candi menjadi salah satu bukti hubungan budaya antara Indonesia dan India yang telah berlangsung lebih dari satu milenium.

Nilai sejarah tersebut menjadi alasan kuat mengapa kunjungan kedua pemimpin negara dipusatkan di Prambanan sebagai penutup lawatan kenegaraan Modi ke Indonesia.

Rangkaian Kunjungan Prabowo dan Modi di Prambanan

Agenda di Yogyakarta menjadi penutup kunjungan Narendra Modi yang berlangsung pada 6–8 Juli 2026. Setelah menggelar pertemuan bilateral di Jakarta sehari sebelumnya, Prabowo dan Modi bertolak menuju Bandara Internasional Yogyakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Kompleks Candi Prambanan.

Sebelum mendarat, rombongan menggunakan empat helikopter, termasuk helikopter kepresidenan Super Puma, yang mengitari kompleks Candi Prambanan sebanyak dua kali dari udara. Detail protokoler ini menjadi salah satu bagian kunjungan yang jarang mendapat sorotan, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai kawasan cagar budaya tersebut.

Setibanya di lokasi, kedua pemimpin disambut Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan pertunjukan Tari Rama Shinta yang diiringi gamelan. Keduanya kemudian berkeliling menggunakan kendaraan buggy untuk meninjau kawasan candi, termasuk Candi Nandi dan Candi Siswa, sambil menerima penjelasan mengenai program konservasi yang sedang berjalan.

Prabowo dan Modi juga menyapa umat Hindu yang sedang beribadah di area inti candi sebelum menghadiri peresmian kerja sama konservasi melalui penyingkapan plakat bertuliskan "Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple".

Kerja Sama Konservasi Berlanjut hingga 2029

Kerja sama pemugaran Prambanan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Indonesia dan India yang dibangun sejak 2025. Sehari sebelum kunjungan ke Prambanan, kedua negara menandatangani Letter of Intent (LoI) mengenai konservasi dan pemugaran kompleks candi.

Program tersebut melibatkan Kementerian Kebudayaan RI, Indonesian Heritage Institute, dan Archaeological Survey of India (ASI). Fokusnya tidak hanya menjaga bangunan utama, tetapi juga merevitalisasi candi-candi perwara yang hingga kini masih berupa reruntuhan.

Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan proyek restorasi ditargetkan selesai sebelum 2029 sehingga dapat dirayakan bersama sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Prabowo: Prambanan adalah Mahakarya Peradaban Dunia

Dalam pernyataan pers bersama di Kompleks Candi Prambanan, Presiden Prabowo Subianto menyebut Prambanan sebagai mahakarya peradaban dunia sekaligus warisan budaya yang membanggakan bagi Indonesia.

Prabowo juga menegaskan relief Ramayana yang menghiasi dinding candi menjadi bukti eratnya hubungan sejarah Indonesia dan India. Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat persahabatan kedua bangsa.

Sementara itu, Narendra Modi menyampaikan bahwa kunjungannya ke kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia menjadi salah satu momen paling sakral dalam hidupnya. Ia mengaku merasa terhormat dapat memanjatkan doa di tempat yang menyimpan arca Dewa Siwa, Dewi Durga, dan Dewa Ganesha.

Lebih dari Seremoni Diplomatik

Kunjungan ke Prambanan memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, maupun pertahanan. Diplomasi budaya menjadi jembatan yang menghubungkan dua negara melalui sejarah dan warisan peradaban yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Kerja sama konservasi juga membawa dampak jangka panjang bagi pelestarian situs Warisan Dunia UNESCO. Di sisi lain, langkah tersebut berpotensi memperkuat posisi Prambanan sebagai destinasi budaya kelas dunia yang pada 2025 dikunjungi lebih dari 2,3 juta wisatawan, sementara hingga triwulan II 2026 telah mencatat lebih dari 1,3 juta kunjungan.

Dengan latar sejarah yang panjang dan komitmen bersama dalam pelestarian budaya, Prambanan kini bukan hanya menjadi saksi hubungan masa lalu Indonesia dan India, tetapi juga simbol kerja sama kedua negara untuk menjaga warisan dunia bagi generasi mendatang.