PancaMerdeka.com - Ketika akses transportasi terputus hampir satu tahun akibat bencana, warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, memilih tidak menunggu lebih lama. Mereka bergotong royong mengumpulkan dana hingga sekitar Rp 1 miliar untuk memperbaiki Jalan dan Jembatan Enang-Enang yang rusak parah, sebelum akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat.
Aksi swadaya tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat berkunjung ke Bener Meriah, Selasa (7/7/2026). Menurut Tito, inisiatif masyarakat mencerminkan kepedulian tinggi terhadap kebutuhan akses transportasi yang menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari.
Gotong Royong Warga Bangun Jalan Enang-Enang
Dalam kunjungannya, Tito bertemu dengan Sahrial Abadi, inisiator perbaikan Jalan Enang-Enang, di Pendopo Bupati Bener Meriah.
Pertemuan itu juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh Safrizal ZA, serta Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar.
"Kami sangat berterima kasih serta memberi apresiasi kepada Pak Sahrial yang merupakan inisiator pembukaan Jalan Enang-Enang juga masyarakat yang telah berinisiatif memperbaiki secara swadaya jalan tersebut," kata Tito kepada wartawan.
Bagi pemerintah, aksi warga tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan besar dalam menghadapi persoalan infrastruktur, terutama di daerah yang terdampak bencana.
Patungan Hingga Rp 1 Miliar demi Membuka Akses
Jembatan Enang-Enang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November tahun lalu.
Karena perbaikan belum terealisasi, masyarakat mengambil inisiatif sendiri agar jalur penghubung itu dapat kembali digunakan.
Warga tidak hanya menggalang donasi hingga sekitar Rp 1 miliar, tetapi juga menyewa satu unit ekskavator secara swadaya dan menyediakan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung pekerjaan di lapangan.
Berkat upaya bersama tersebut, Jalan dan Jembatan Enang-Enang akhirnya kembali dapat dilintasi setelah hampir satu tahun terdampak longsor.
Pemerintah Siapkan Penanganan Permanen
Meski akses jalan sudah kembali terbuka, Tito menilai kondisi kawasan tersebut masih belum sepenuhnya aman.
Menurutnya, struktur jalan masih labil dan memiliki potensi longsor sehingga diperlukan penanganan permanen.
Pemerintah berencana memperkuat jembatan yang ada, mengalihkan kendaraan bertonase besar melalui jalur Wer Lah–Simpang Lancang, sekaligus memperbaiki ruas jalan alternatif tersebut.
Selain itu, pembangunan jembatan baru juga masuk dalam rencana agar mobilitas masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.
Lebih dari Sekadar Memperbaiki Jalan
Kisah Jalan Enang-Enang menunjukkan bahwa infrastruktur bukan hanya soal beton dan aspal. Ketika akses utama terputus, aktivitas ekonomi, distribusi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga pendidikan ikut terdampak.
Gotong royong yang dilakukan warga menjadi solusi darurat agar roda kehidupan tetap berjalan. Namun, upaya masyarakat tidak dapat menggantikan kebutuhan akan infrastruktur permanen yang dirancang lebih kuat menghadapi risiko bencana.
Rencana pemerintah melanjutkan pembangunan permanen menjadi langkah penting agar perbaikan yang telah dilakukan warga tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dalam jangka panjang.
Pelajaran dari Jalan Enang-Enang
Peristiwa di Bener Meriah memperlihatkan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah memiliki peran penting dalam pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Gotong royong mampu mempercepat pemulihan ketika akses vital terputus.
- Partisipasi masyarakat dapat menjadi penggerak solusi di tingkat lokal.
- Penanganan permanen tetap dibutuhkan untuk mengurangi risiko kerusakan berulang.
- Sinergi pemerintah dan warga menjadi kunci agar pembangunan lebih berkelanjutan.
Kisah ini memperlihatkan bahwa kepedulian masyarakat dapat menjadi titik awal perubahan. Ketika inisiatif warga bertemu dengan tindak lanjut pemerintah, peluang menghadirkan infrastruktur yang lebih tangguh menjadi semakin besar.