Daerah

Unisa Yogyakarta Hadirkan Laboratorium Stem Cell Demi Masa Depan Medis Indonesia

Unisa Yogyakarta Hadirkan Laboratorium Stem Cell Demi Masa Depan Medis Indonesia

pancamerdeka.com — Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta dengan bangga mengumumkan rencana pembukaan laboratorium stem cell pada pertengahan tahun 2026 sebagai komitmen nyata dalam memajukan dunia medis nasional. Fasilitas ini dirancang untuk menjadi pusat keunggulan pengobatan regeneratif yang elegan, guna mendukung kesejahteraan masyarakat luas melalui inovasi teknologi kesehatan yang muktahir.

Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menyampaikan kabar baik tersebut dalam agenda Media Gathering di Sleman pada Senin, 9 Maret 2026. “Sekarang gedungnya sedang dibangun, dan Insya Allah sekitar Juli kita bisa running untuk pembukaan laboratorium stem cell di Unisa Yogyakarta,” ungkap Ali Imron dengan nada optimistis.

Wujud Kemandirian Bangsa di Bidang Kesehatan

Kehadiran laboratorium ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan kesehatan Indonesia di tengah ketergantungan pada produk medis luar negeri. Saat ini, pengobatan berbasis sel punca masih tergolong mahal karena biaya impor yang tinggi, sehingga Unisa bertekad menghadirkan solusi riset domestik yang lebih terjangkau dan berwibawa bagi rakyat.

Ali Imron menegaskan bahwa prinsip utama pengembangan teknologi ini adalah inklusivitas, di mana kemajuan sains harus dirasakan manfaatnya oleh semua orang tanpa terkecuali. Dengan bertambahnya fasilitas riset di tanah air, akses masyarakat terhadap terapi masa depan diharapkan semakin terbuka luas seiring dengan menurunnya biaya operasional medis secara bertahap.

Sinergi Inovasi dan Nilai-Nilai Keislaman

Selain menjadi sarana riset bagi tenaga pendidik dan mahasiswa, pembangunan laboratorium ini tetap berpijak pada nilai-nilai syariat yang kokoh. Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Majelis Tarjih PP Muhammadiyah untuk memastikan penggunaan teknologi stem cell ini sejalan dengan fatwa keagamaan demi kemaslahatan umat.

Integrasi antara ilmu pengetahuan dan landasan etis ini diharapkan mampu mencetak prestasi baru bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Unisa Yogyakarta optimis bahwa laboratorium stem cell ini akan menjadi pilar penting dalam mencetak inovasi bioteknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dan memajukan peradaban kesehatan bangsa.***