PancaMerdeka.com — Relawan program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni berhasil menyelesaikan pembangunan satu unit rumah tipe 36 hanya dalam kurun dua hingga tiga minggu berkat pemanfaatan teknologi mesin pengaduk beton bertipe self-loading. Pembangunan hunian secara efektif ini diinisiasi oleh keluarga besar Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui organisasi DHIBRA dan OPSHID FKYME guna mendistribusikan bantuan sosial berkualitas tinggi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Langkah ini membuktikan bahwa efisiensi teknologi proyek komersial dapat diterapkan pada kegiatan kemanusiaan nonprofit tanpa mengorbankan standar teknis konstruksi. Peralatan canggih tersebut mampu memuat, menimbang, mengaduk, serta menuangkan beton secara mandiri langsung di lokasi proyek dengan kapasitas 14 hingga 24 meter kubik per jam.
Inovasi Teknologi Menjangkau Pelosok Negeri
Penggunaan mesin pengaduk portabel menghilangkan ketergantungan pada fasilitas batching plant stasioner dan truk mixer besar yang sering terkendala akses jalan sempit atau daerah terpencil. Pola kerja disiplin diterapkan dengan melakukan pengecoran fondasi, sloof, serta kolom pada pagi hari, dilanjutkan pemasangan dinding bata dan atap di siang hari oleh para tenaga sukarela.
Tahun ini program kemanusiaan tersebut menargetkan pembangunan 126 unit rumah layak huni yang tersebar di 88 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Peletakan batu pertama telah dimulai sejak 22 Juni 2026 dan dirancang rampung bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Kemandirian Swadaya Buka Harapan Baru
Seluruh pendanaan proyek dijalankan secara mandiri melalui skema gotong royong anggota tanpa mengandalkan anggaran pemerintah maupun proposal bantuan luar.
“Penggalian dana berasal dari shodaqoh pribadi anggota, ada yang berupa material dan kebutuhan lainnya,” ujar Bagus Harianto, Penanggung Jawab Rumah Syukur wilayah Kudu, Jombang pada 22 Juni 2026.
Setiap unit rumah membutuhkan anggaran sekitar Rp120 juta yang murni dihimpun dari sedekah uang tunai maupun material bangunan. Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh warga kurang mampu seperti Ibu Putiah (71), seorang lansia pengasuh cucu di Desa Madi, Kecamatan Kudu, yang kini menempati hunian aman dan amanah. ***