PancaMerdeka.com - Warga kini bisa mendaftar bantuan PKH dan BPNT lewat portal Perlinsos milik Kemensos hanya dengan NIK dan verifikasi wajah. Namun, pengajuan mandiri baru tersedia di wilayah uji coba dan perluasan, jadi cek dulu daerah Anda.
Apa Itu Perlinsos dan Bedanya dengan Cek Bansos
Perlinsos Digital adalah sistem perlindungan sosial terintegrasi dari Kemensos. Dewan Ekonomi Nasional menyebutnya portal, bukan aplikasi.
Portal ini menyatukan data dari delapan kementerian/lembaga lewat Digital Public Infrastructure, yakni sistem yang menghubungkan data antarinstansi.
Banyak orang masih menyamakannya dengan Cek Bansos. Fungsinya berbeda, seperti dijelaskan Pusdatinkesos Kemensos.
| Layanan | Fungsi |
|---|---|
| Cek Bansos | Mengecek status penerima, mengajukan usul atau sanggah data, dan mencari informasi penyaluran bansos |
| Perlinsos | Mendaftar bantuan lewat sistem baru, memverifikasi identitas, melihat hasil kelayakan, dan mengajukan sanggahan |
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Mendaftar
Siapkan empat hal ini agar proses tidak tersendat di tengah jalan.
- Identitas Kependudukan Digital (IKD) aktif beserta PIN-nya
- NIK
- Nomor HP aktif
- ID pelanggan PLN 12 digit
Belum punya IKD? Aktifkan di Dukcapil setempat.
Cara Daftar Perlinsos Mandiri Langkah demi Langkah
Langkah berikut dirangkum dari Kompas.com dan Indonesiabaik.
- Langkah 1. Aktifkan IKD dan PIN-nya di Dukcapil setempat jika belum.
- Langkah 2. Buka perlinsos.kemensos.go.id lewat browser, lalu masuk dengan NIK dan PIN IKD.
- Langkah 3. Setujui penggunaan data, lalu lakukan verifikasi wajah.
- Langkah 4. Pilih jenis bantuan: BPNT, PKH, atau keduanya.
- Langkah 5. Isi data pendukung, termasuk nomor HP aktif dan ID pelanggan PLN 12 digit.
- Langkah 6. Periksa data, lalu kirim pengajuan.
- Langkah 7. Jika dinyatakan tidak layak, ajukan sanggahan lewat formulir di portal.
Belum Punya IKD atau Kesulitan Memakai Layanan Digital?
Tersedia Agen Perlinsos di agent-perlinsos.kemensos.go.id.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa agen bersifat sukarela dan tidak menentukan siapa yang berhak menerima bansos.
Cek Dulu: Layanan Mandiri Belum Tersedia di Semua Daerah
Layanan ini masih berada pada tahap uji coba dan perluasan. Pengajuan mandiri hanya bisa dilakukan di wilayah yang sudah masuk perluasan.
Uji coba diperluas ke 42 kabupaten/kota di 25 provinsi. Sejak 4 Juni 2026, uji coba terbatas juga berjalan di Surabaya dan seluruh Bali.
Jika daerah Anda belum masuk daftar, pendaftaran lewat portal belum bisa dilakukan.
Daftar Belum Tentu Menerima Bantuan
Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan menyampaikan pada 5 Oktober 2026 bahwa pendaftar yang lolos penilaian sistem berstatus "berpotensi layak". Status itu belum berarti bantuan pasti cair.
Penetapan penerima juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
Warga bisa mengecek desil Kemensos untuk melihat posisi kesejahteraan keluarganya dalam DTSEN.
Jadwal dan Skala Layanan
| Tonggak | Keterangan |
|---|---|
| 18 September 2025 | Uji coba perdana di Banyuwangi dengan target 640 ribu keluarga desil 1 sampai 5 DTSEN |
| 17 Juni 2026 | Hampir 370 ribu warga telah mengakses layanan untuk mendaftar atau menyanggah |
| Desember 2026 | Target 50 persen penduduk terdata di sistem |
| 2027 | Penyaluran bansos berbasis data digital dimulai jika semuanya lancar, kata Gus Ipul pada 4 Oktober 2026 |
Jadwal 2027 masih bersyarat. Belum ada tanggal pasti.
"Mandiri" yang Ternyata Banyak Dibantu
Gus Ipul menyebut, dari uji coba Banyuwangi, 10 persen warga mengajukan sendiri dan 90 persen dibantu agen.
Artinya, akses nyata warga sangat bergantung pada ketersediaan agen dan aktivasi IKD. Bagi yang belum punya IKD, urus lebih awal agar tidak tertinggal.
Syarat ID pelanggan PLN juga bukan tanpa alasan. Data PLN termasuk sumber verifikasi, sehingga kelayakan dinilai dengan membandingkan banyak basis data.
Bobot tiap data dalam penilaian tidak ditemukan di sumber publik.
Rilis Dewan Ekonomi Nasional menjuluki sistem ini mampu memangkas proses dari 200 hari menjadi hitungan menit. Itu klaim pemerintah, dan evaluasi pihak ketiga atas akurasi serta ketepatan sasarannya belum ditemukan di sumber publik.
Waspada Tautan Palsu dan Hoaks
Penipuan bermodus pendaftaran bansos digital sedang beredar. Dinsos P3A Kulon Progo menemukan tautan palsu di WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok.
Tautan itu meminta NIK, foto KTP, OTP, PIN, dan kata sandi IKD. Kompas Cek Fakta juga mencatat narasi hoaks "bansos Rp 1,5 juta" yang beredar pada pertengahan Agustus 2026.
Tiga pegangan agar aman:
- Gunakan hanya domain .go.id.
- Jangan berikan OTP atau PIN IKD kepada siapa pun.
- Pemerintah tidak memungut biaya apa pun dalam pencairan bansos.