Nasional

Reshuffle Kabinet Terjadi Hanya 17 Hari Setelah Perombakan Sebelumnya

Presiden Prabowo Melantik Menteri-menteri di kabinet
Presiden Prabowo Melantik Menteri-menteri di kabinet

PancaMerdeka.com - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 dengan melantik sejumlah pejabat di Istana Negara. Perombakan ini menjadi sorotan karena berlangsung hanya 17 hari setelah reshuffle pada 14 September 2026, sekaligus menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo.

Jarak waktu yang singkat tersebut membuat perubahan 1 Oktober menjadi bagian penting dari rangkaian penataan kabinet dalam pemerintahan Prabowo. Selain pergantian sejumlah menteri, terdapat perubahan posisi strategis di bidang politik, keamanan, industri, hingga hilirisasi.

Reshuffle Kabinet Berlangsung Hanya 17 Hari Setelah Perombakan Sebelumnya

Rangkaian reshuffle kabinet pada 1 Oktober diawali dengan sejumlah perubahan posisi penting. Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri dipindahkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menggantikan Pratikno.

Posisi Menteri Luar Negeri kemudian diisi Arrmanatha Nasir. Sementara itu, Dudung Abdurachman ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menggantikan Djamari Chaniago.

Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa sejumlah pejabat mengalami perpindahan posisi dalam waktu relatif singkat. Dudung, misalnya, baru menjadi Kepala Staf Kepresidenan pada 27 April 2026 sebelum berpindah ke posisi Menko Polkam pada 1 Oktober.

Listyo Sigit Bergeser dari Kapolri ke Kepala Staf Kepresidenan

Perubahan lain yang mendapat perhatian terjadi di tubuh Polri. Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kapolri dan kemudian ditempatkan sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Proses pergantian Kapolri juga berlangsung dalam waktu sangat singkat. Surat Presiden bernomor R-57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September mengusulkan pemberhentian Listyo Sigit dan pengangkatan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Suyudi, yang sebelumnya menjabat Kepala BNN, baru menerima kabar mengenai pencalonannya pada pagi 1 Oktober. Pada hari yang sama, ia menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR selama sekitar 30 menit dan disetujui secara aklamasi sebelum kemudian dilantik.

Kursi Menteri Perindustrian Juga Berubah

Di sektor industri, Sarmuji ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Sarmuji menyatakan akan mundur dari DPR karena tidak diperbolehkan merangkap jabatan.

Sementara itu, Bahlil Lahadalia mendapat tanggung jawab baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia tetap menjabat Menteri ESDM, sehingga dua fungsi tersebut kini berada di bawah satu figur.

Kemenko baru tersebut untuk sementara berkantor di Kementerian ESDM. Pembentukan struktur baru ini turut membuat jumlah kementerian aktif disebut bertambah dari 48 menjadi 49.

Perubahan Kabinet Terjadi Menjelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo

Jika dilihat dari rangkaian waktunya, reshuffle 1 Oktober merupakan kelanjutan dari beberapa kali perubahan susunan pemerintahan sejak 2025. Sebelumnya, pemerintah melakukan perombakan pada 14 September 2026, ketika Purbaya Yudhi Sadewa digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan.

Dengan demikian, perubahan pada 1 Oktober bukan sekadar pergantian satu-dua posisi, tetapi mencakup sejumlah jabatan strategis sekaligus. Pergeseran tersebut meliputi koordinasi politik, hubungan luar negeri, keamanan, industri, hilirisasi, hingga struktur wakil menteri.

Pelantikan 1 Oktober juga berlangsung kurang dari sebulan sebelum pemerintahan Prabowo genap dua tahun. Pada saat yang sama, sejumlah jabatan baru langsung mulai bekerja setelah perubahan susunan kabinet tersebut ditetapkan.