PancaMerdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya angkat bicara terkait isu yang menyebut Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Tbk, Aisyah Zakiyyah, merupakan keponakannya. Alih-alih memberikan klarifikasi panjang, Dody justru menantang siapa pun yang dapat membuktikan kabar tersebut dengan hadiah umrah gratis bagi yang beragama Islam.
Pernyataan itu disampaikan Dody saat menjadi narasumber dalam sebuah podcast di Jakarta. Isu hubungan kekerabatan keduanya mencuat setelah Aisyah ditunjuk sebagai Komisaris PT PP melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada 19 Mei 2026.
Dody Hanggodo Tantang Publik Buktikan Isu Keponakan
Dody menyatakan siap memberikan hadiah umrah kepada siapa pun yang mampu membuktikan bahwa Aisyah Zakiyyah adalah keponakannya.
"Yang bisa membuktikan Aisyah adalah keponakan saya, akan saya beri hadiah umrah gratis, kalau dia beragama Islam," kata Dody dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu (15/7/2026).
Pada kesempatan yang sama, Aisyah juga mendapat pertanyaan mengenai isu tersebut. Ia memberikan respons serupa dengan menantang pihak yang dapat membuktikan adanya hubungan keluarga di antara mereka dengan hadiah umrah gratis.
Meski demikian, baik Dody maupun Aisyah tidak secara eksplisit menyatakan ada atau tidaknya hubungan kekerabatan. Pernyataan keduanya lebih menitikberatkan pada tantangan kepada publik yang menyebarkan atau meyakini kabar tersebut.
Isu Muncul Setelah Pengangkatan Komisaris PT PP
Perbincangan mengenai Aisyah Zakiyyah mulai ramai setelah dirinya ditunjuk sebagai Komisaris PT PP. Di media sosial, perhatian publik tidak hanya tertuju pada dugaan hubungan keluarga dengan Menteri PU, tetapi juga pada proses pengangkatan komisaris di perusahaan pelat merah.
Pengangkatan pejabat di BUMN kerap mendapat perhatian karena posisi komisaris memiliki fungsi mengawasi jalannya perusahaan. Oleh sebab itu, masyarakat biasanya ikut menyoroti latar belakang, pengalaman, dan kompetensi setiap figur yang mengisi jabatan tersebut.
Aisyah resmi diangkat melalui RUPST Tahun Buku 2025 pada 19 Mei 2026 untuk menggantikan Ernadhi Sudarmanto yang diberhentikan dengan hormat.
Rekam Jejak Pendidikan dan Pengalaman Profesional
Berdasarkan riwayat pendidikannya, Aisyah Zakiyyah merupakan lulusan Applied Chemistry and Biochemistry dari Gunma University, Jepang, pada 2015. Ia kemudian melanjutkan studi Magister International Communication di Macquarie University, Sydney, Australia, dan lulus pada 2018.
Dalam perjalanan kariernya, Aisyah pernah menjadi Manajer E-Commerce dan Marketing di Lingble Ltd., Singapura. Setelah itu, ia menjabat sebagai Team Leader Sales Division di PT Toyota Tsusho System Indonesia pada periode 2023–2024.
Pada 2024–2025, Aisyah dipercaya sebagai Director and Strategic Planner di PT Lumintoo Sukses Incomso. Sejak 2025, ia juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri sekaligus Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Komisaris PT PP.
Riwayat pendidikan dan pengalaman tersebut ikut menjadi perhatian publik di tengah polemik yang berkembang. Dalam setiap pengangkatan komisaris BUMN, rekam jejak profesional umumnya menjadi salah satu aspek yang dinilai masyarakat selain proses penunjukannya.
Tugas Aisyah sebagai Komisaris PT PP
Di PT PP, Aisyah membawahi pengawasan di bidang pengembangan sumber daya manusia, talent management, suksesi, sistem remunerasi, serta struktur organisasi perusahaan.
Ruang lingkup tugas tersebut berkaitan dengan fungsi pengawasan internal perusahaan. Karena itu, perdebatan mengenai sosok komisaris tidak hanya berhenti pada isu yang beredar di media sosial, tetapi juga menyangkut harapan publik agar setiap pejabat BUMN memiliki kompetensi yang sesuai dengan tanggung jawabnya.
Hingga kini, belum ada bukti yang dipublikasikan kepada publik mengenai dugaan hubungan keluarga antara Dody Hanggodo dan Aisyah Zakiyyah. Sementara itu, keduanya memilih merespons isu tersebut dengan memberikan tantangan kepada siapa pun yang mengaku dapat membuktikannya.