Nasional

Peta PHK Ribuan Buruh Indonesia 2026, Dari Jawa Barat hingga Papua

Ribuan Buruh dan Karyawan Pabrik mengalami PHK - dok Antara
Ribuan Buruh dan Karyawan Pabrik mengalami PHK - dok Antara

PancaMerdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sebanyak 23.470 pekerja di Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Data tersebut menunjukkan PHK tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pekerja terdampak paling tinggi.

Angka PHK nasional ini tidak hanya memperlihatkan jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan. Sebaran data juga memberi gambaran mengenai wilayah yang menghadapi tekanan tenaga kerja lebih besar selama lima bulan pertama tahun ini.

Peta PHK Indonesia 2026, Jawa Barat Paling Tinggi

Berdasarkan data Satu Data Kemenaker yang diunduh pada Jumat, 26 Juni 2026, Jawa Barat mencatat 5.044 pekerja terkena PHK atau sekitar 21,49 persen dari total pekerja terdampak secara nasional.

Jumlah tersebut menjadikan Jawa Barat sebagai wilayah dengan kasus PHK tertinggi selama periode Januari hingga Mei 2026.

Setelah Jawa Barat, sejumlah provinsi lain juga mencatat angka PHK cukup besar.

Provinsi Jumlah pekerja terkena PHK
Jawa Barat 5.044
Banten 2.596
Jawa Timur 2.332
Kalimantan Selatan 1.841
Kalimantan Timur 1.831
DKI Jakarta 1.746
Jawa Tengah 1.515
Sumatera Selatan 920
Sumatera Utara 906
Sulawesi Selatan 647

Sementara itu, beberapa daerah mencatat angka PHK yang relatif lebih kecil, seperti Papua Barat dengan 11 pekerja, Maluku dan Papua masing-masing 32 pekerja, serta Gorontalo dan Maluku Utara sebanyak 28 pekerja.

Bagaimana Tren PHK Tersebar di Berbagai Wilayah?

Data PHK menunjukkan wilayah dengan aktivitas industri dan ekonomi besar cenderung memiliki jumlah kasus lebih tinggi secara absolut.

Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan DKI Jakarta selama ini dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas manufaktur, perdagangan, dan industri pengolahan yang besar.

Besarnya angka PHK di wilayah tersebut tidak selalu berarti kondisi ekonomi daerah mengalami tekanan yang sama besar. Jumlah pekerja yang jauh lebih besar juga dapat memengaruhi tingginya angka PHK secara total.

Di sisi lain, provinsi dengan jumlah PHK rendah juga perlu dibaca secara hati-hati karena struktur ekonomi dan jumlah tenaga kerja tiap daerah berbeda.

Apa Dampaknya terhadap Pasar Kerja?

PHK bukan hanya berdampak pada pekerja yang kehilangan pendapatan. Efeknya juga dapat menjalar ke sektor lain.

Beberapa dampak yang biasanya ikut muncul antara lain:

  • Penurunan daya beli rumah tangga
  • Perlambatan konsumsi masyarakat
  • Tekanan terhadap sektor usaha pendukung
  • Peningkatan persaingan mencari pekerjaan baru

Data Kemenaker memperlihatkan bahwa persoalan ketenagakerjaan bukan terjadi pada satu daerah saja. Dari Jawa Barat hingga Papua, kasus PHK muncul dengan skala dan karakter yang berbeda-beda.

Di balik angka 23.470 pekerja yang kehilangan pekerjaan, terdapat tantangan yang lebih besar, yakni bagaimana pasar kerja mampu menyerap kembali tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.