Nasional

Donasi Korban Penyekapan YTR Tembus Rp 1,55 Miliar, Hotman Paris dan KDM Bergerak

Pengacara Hotman Paris salurkan donasi korban penyekapan YTR - dok Instagram | @hotmanparisofficial
Pengacara Hotman Paris salurkan donasi korban penyekapan YTR - dok Instagram | @hotmanparisofficial

PancaMerdeka.com - Gelombang bantuan untuk YTR (29), perempuan korban dugaan penyekapan dan penyiksaan di Bandung, Jawa Barat, terus bertambah. Pengacara Hotman Paris mengungkap total donasi yang terkumpul mencapai Rp1,3 miliar, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan tambahan bantuan Rp 250 juta untuk mendukung pemulihan korban.

Bantuan yang datang dari kalangan konglomerat, tokoh publik, hingga masyarakat umum memperlihatkan besarnya respons publik terhadap kasus yang menyita perhatian nasional tersebut.

Hotman Paris Ungkap Donasi Rp 1,3 Miliar untuk YTR

Hotman Paris melalui unggahan Instagram pada Kamis, 25 Juni 2026, menyampaikan total donasi yang masuk untuk korban YTR telah mencapai Rp 1,3 miliar.

Ia juga memperlihatkan catatan transaksi rekening yang digunakan untuk menampung bantuan tersebut.

"Total sudah Rp 1,3 miliar sumbangan terkumpul untuk cewek korban penyaderaan 3 tahun," ungkap Hotman Paris.

Dalam penjelasannya, beberapa pengusaha besar disebut ikut memberikan bantuan dengan nilai signifikan.

  • Dato Sri Tahir (pendiri Mayapada Group): Rp 500 juta
  • Sugianto Kusuma alias Aguan: Rp 500 juta
  • Donasi masyarakat Indonesia: Rp 300 juta

Sebelumnya, Hotman Paris juga mengajak klien serta masyarakat luas untuk membantu keluarga korban yang disebut berasal dari kondisi ekonomi sederhana.

"Saya sarankan kepada semua klien saya, konglo-konglomerat dan juga masyarakat Indonesia untuk menyumbang uang karena keluarga dari si korban ini, juga keluarga yang sangat sederhana," ujar Hotman.

Dedi Mulyadi Alihkan Hadiah Rp 250 Juta untuk Korban YTR

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan mengalihkan hadiah sayembara Rp250 juta kepada YTR.

Sebelumnya dana tersebut dijanjikan bagi pihak yang berhasil menangkap Taufik Hidayat (30), buronan kasus dugaan penyekapan.

Setelah pelaku ditangkap aparat kepolisian di Majalaya, Dedi menyatakan hadiah tidak diberikan kepada institusi kepolisian.

"Saya sampai hari ini berpandangan bahwa peran Kapolda Jabar dan seluruh jajarannya yang paling besar upayanya dalam penangkapan Pak Taufik. Tapi tidak mungkin Gubernur memberikan uang kepada jajaran Polda," tegas Dedi Mulyadi.

Keseluruhan dana kemudian dialihkan menjadi bantuan untuk korban.

Bantuan Rp 250 Juta Akan Dijadikan Deposito

Dedi Mulyadi memutuskan bantuan Rp 250 juta tidak diberikan dalam bentuk tunai langsung.

Dana tersebut akan diproses menjadi deposito Bank BJB atas nama YTR untuk kebutuhan jangka panjang.

"Ini nanti dibikinnya deposito saja, kan untuk bekel (YTR)," kata Dedi Mulyadi.

Sertifikat deposito dijadwalkan diserahkan pada 1 Juli 2026 di Mapolda Jawa Barat bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara.

Pemulihan korban kekerasan berat dapat mencakup beberapa kebutuhan:

  • Biaya pengobatan berkelanjutan
  • Pendampingan psikologis
  • Kebutuhan hidup sehari-hari
  • Dukungan ekonomi jangka panjang

Gelombang bantuan yang muncul juga memperlihatkan perubahan pola solidaritas publik. Bantuan tidak lagi hanya berbentuk respons sesaat, tetapi mulai diarahkan pada keberlanjutan hidup korban setelah kasus hukum selesai.

Total bantuan yang telah diumumkan mencapai sekitar Rp 1,55 miliar. Angka tersebut berasal dari donasi Rp 1,3 miliar yang dihimpun Hotman Paris ditambah bantuan Rp 250 juta dari Dedi Mulyadi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, perhatian publik kini tidak hanya tertuju pada pelaku, tetapi juga pada bagaimana korban memperoleh ruang untuk memulai kembali kehidupannya.