Olahraga

Indonesia Ukir Sejarah SEA Games 2025 di Tengah Keterbatasan

Indonesia Ukir Sejarah SEA Games 2025 di Tengah Keterbatasan

pancamerdeka.com — Indonesia menorehkan prestasi penting dengan finis kedua pada SEA Games 2025 di Thailand. Total 333 medali yang diraih menjadi capaian terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir dan hasil paling optimal di luar status tuan rumah sejak 2011.

Prestasi ini lahir dari kerja keras atlet lintas cabang, meski tidak seluruhnya ditopang oleh dukungan pendanaan yang memadai.

Ketangguhan Atlet di Tengah Keterbatasan

Atlet jetski Aero Sutan Aswar menyumbang emas endurance open di Pattaya dengan menggunakan jetski sewaan yang dibiayai secara mandiri. Ia menegaskan tidak menerima dukungan dana pelatnas selama proses persiapan hingga pertandingan.

“Masuk kontingen, tapi tidak ada biaya,” ujar Aero, Rabu (17/12/2025). Keterbatasan sarana membuat tim kehilangan kendali penuh atas performa mesin, namun ketangguhan mental menjadi pembeda utama.

Dari cabang balap sepeda, Rendy Varera Sanjaya mencatatkan dua emas dan satu perak. Atlet asal Kediri itu menjual mobil pribadinya demi membeli sepeda kompetisi. “Hasilnya sesuai target,” kata Rendy, Selasa (16/12/2025).

Kickboxing Tetap Berprestasi

Cabang kickboxing turut menyumbang enam medali meski manajernya, Rosi Nurasjati, berangkat ke Thailand dengan biaya mandiri akibat persoalan administratif dengan WAKO. Pendampingan tetap dilakukan di luar arena.

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi atas perjuangan atlet Indonesia. Pemerintah menegaskan komitmen penghargaan terhadap atlet berprestasi.

Capaian SEA Games 2025 menegaskan kekuatan atlet nasional sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap sistem pembinaan agar prestasi dapat diraih dengan dukungan yang lebih kokoh.***