Nasional

Gotong Royong di Jalur Mudik: Melayani 143 Juta Pemudik Lebaran 2026

Gotong Royong di Jalur Mudik: Melayani 143 Juta Pemudik Lebaran 2026

pancamerdeka.com — Semangat kebersamaan bangsa Indonesia kembali diuji dalam perhelatan akbar arus mudik 2026. Berdasarkan data statistik nasional, sebanyak 143,91 juta orang atau sekitar 50,60% penduduk Indonesia bergerak serentak menuju kampung halaman. Puncak kepadatan terjadi pada Rabu (18/3/2026) atau H-3 Idulfitri, di mana mobil pribadi menjadi moda transportasi paling dominan yang memadati urat nadi transportasi, terutama di Pulau Jawa.

Kondisi di lapangan menunjukkan tantangan besar bagi petugas di jalur Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Antrean kendaraan terpantau memanjang dari Km 19 Grand Wisata hingga Karawang, dengan kecepatan rata-rata hanya 20-30 km/jam. Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian memperpanjang skema contraflow mulai dari Km 38 hingga Km 70 guna memberikan ruang lebih bagi arus kendaraan dari arah Jakarta yang terus meningkat sejak dini hari.

Sinergi Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif Jawa Barat

Pemerintah melalui Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan telah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas demi kelancaran bersama. Sistem One Way nasional diberlakukan dari KM 70 Tol Japek hingga KM 421 Semarang-Solo. Di Jawa Barat, yang menjadi titik temu jutaan pemudik, sebanyak 25,6 juta warga melakukan pergerakan lokal. "Sebagian besar pemudik akan menggunakan mobil dengan total 16,75 juta jiwa," ujar Dhani Gumelar, Kepala Dishub Jabar, yang memprediksi puncak arus mudik 2026 terjadi pada H-3.

Bagi pemudik yang ingin menghindari kemacetan di tol, tersedia 17 jalur alternatif di Jawa Barat yang telah disiapkan. Jalur Tengah melalui Subang–Lembang–Bandung (41 km) atau jalur Selatan melalui Garut–Banyuresmi–Majalaya (78 km) menjadi pilihan strategis. Selain itu, Tol Fungsional Jakarta-Cikampek II Selatan juga dibuka untuk membantu mengalihkan arus dari Bandung yang seringkali tertahan di titik pertemuan KM 66 Japek.

Himbauan Keselamatan dan Rekomendasi Jalur Pansela

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) secara aktif mendorong masyarakat untuk mencoba Jalur Pantai Selatan (Pansela) sebagai alternatif perjalanan yang lebih santai dan berpemandangan indah. Jalur yang membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Banyuwangi ini diharapkan dapat mengurangi beban berat di Jalur Pantura dan Tol Trans Jawa. "Jalur pantai selatan dapat menjadi alternatif... selain membantu mengurangi kepadatan, pengguna juga dapat menikmati pemandangan indah," tulis KemenPU dalam rekomendasinya.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menekankan bahwa keberhasilan mudik tahun ini sangat bergantung pada kepatuhan pengendara terhadap aturan di lapangan, termasuk skema Ganjil Genap. "One way sepenggal tahap pertama sudah kami berlakukan karena terjadi bangkitan arus," tegasnya. Dengan kesabaran dan persiapan matang, diharapkan 143 juta pemudik dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan penuh sukacita dan keselamatan. ***