PancaMerdeka.com - Partai Buruh menghadapi ujian besar setelah Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), salah satu organisasi pendiri partai, mengumumkan pengunduran diri dari struktur partai pada Jumat (26/6/2026). Pengunduran diri yang dipimpin Ferri Nuzarli itu disertai klaim keluarnya sekitar 1,3 juta anggota dan memunculkan pertanyaan soal dampaknya terhadap kekuatan politik partai menuju Pemilu 2029.
Peristiwa ini tidak berhenti pada pergantian pengurus. Efeknya mulai merambat ke daerah setelah sejumlah struktur lokal menyatakan mundur mengikuti langkah ORI.
Bagaimana Kronologi Mundurnya ORI dari Partai Buruh?
Ketegangan internal sebenarnya disebut sudah berlangsung cukup lama. Ferri Nuzarli menegaskan keputusan itu bukan muncul setelah Presiden Partai Buruh Said Iqbal masuk pemerintahan.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri Nuzarli dalam konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, 26 Juni 2026.
Pada 8 Juni 2026, Presiden RI Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 58/P Tahun 2026 dengan kedudukan setingkat menteri.
Kurang dari tiga pekan kemudian, ORI mengumumkan keluar dari Partai Buruh.
"Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," kata Ferri.
Seberapa Besar Dampak 1,3 Juta Anggota ORI Mundur?
Besarnya guncangan masih menjadi perdebatan karena angka tersebut merupakan klaim dari pihak ORI dan belum diverifikasi secara independen.
Namun jika jumlah tersebut tercermin dalam struktur dan administrasi partai, dampaknya dapat menjangkau beberapa lapisan sekaligus.
| Potensi Dampak | Keterangan |
|---|---|
| Struktur organisasi | Pengunduran diri dapat memengaruhi jaringan pusat hingga daerah |
| Basis massa | ORI mengklaim menjadi salah satu penyumbang kekuatan terbesar Partai Buruh |
| Verifikasi pemilu | Berpotensi memengaruhi kesiapan menuju verifikasi faktual Pemilu 2029 jika berdampak administratif |
| Konsolidasi internal | Membutuhkan pengisian ulang struktur organisasi |
Efek awal sudah terlihat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Partai Buruh DIY Irsad Ade Irawan menyatakan mundur dan diikuti jajaran pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.
Ferri juga mengeklaim ORI bersama KSPSI merupakan kekuatan besar dalam tubuh partai.
"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ujar Ferri.
Respons Said Iqbal: Partai Tetap Solid
Di sisi lain, Said Iqbal menilai pengunduran diri pengurus bukan sesuatu yang baru dalam dinamika organisasi politik.
"Tapi kita menghormati keputusan tersebut. Di partai buruh, ini hal yang biasa saja dan bukan yang pertama kali ada pengurus yang mengundurkan diri," kata Said Iqbal.
Said juga menegaskan agenda partai tetap berjalan sesuai rencana.
"Hari Senin, 29 Juni 2026 kami akan mengadakan pelantikan pengurus di tingkat pusat dan daerah, jadi Partai Buruh dipastikan tetap solid dan terpengaruh pengunduran diri siapa pun," ujar Said melalui pesan WhatsApp.
Apa yang Dipertaruhkan Menjelang Pemilu 2029?
Persoalan yang muncul bukan hanya tentang jumlah anggota. Ada pertanyaan lebih besar mengenai arah politik gerakan buruh.
Sebagian kelompok memilih memperjuangkan aspirasi melalui jalur kekuasaan dengan masuk ke pemerintahan. Sebagian lainnya mempertahankan posisi di luar pemerintahan agar dinilai lebih independen.
Perbedaan strategi itu muncul di tengah persiapan Partai Buruh menuju verifikasi faktual Pemilu 2029.
Jika pengunduran diri hanya berhenti pada tingkat elite, dampaknya mungkin terbatas. Namun jika perpindahan juga terjadi pada basis anggota dan struktur daerah secara administratif, tantangannya dapat menjadi lebih besar.
Di balik angka 1,3 juta anggota yang kini ramai dibahas, persoalan sesungguhnya bukan hanya soal berapa banyak yang keluar. Yang dipertaruhkan juga menyangkut kemampuan Partai Buruh menjaga konsolidasi, arah perjuangan, dan kepercayaan basis pendukungnya.