pancamerdeka.com — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas, menilai ironi wilayah kaya sumber daya alam (SDA) yang justru dilanda kerusakan ekologis sebagai cerminan kegagalan desain politik nasional.
Dalam konferensi pers di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (19/12/2025), Busyro menyebut kondisi tersebut sebagai resource curse yang diperparah kebijakan pembangunan koruptif.
“Bencana kemanusiaan hari ini merupakan akibat langsung dari keputusan politik yang mengabaikan daya dukung lingkungan,” kata Busyro.
Ia menegaskan, krisis ekologis tidak berdiri sendiri. Ada mata rantai sebab yang berawal dari sistem politik, proses elektoral, hingga kebijakan pembangunan yang bersifat eksploitatif.
Akar Politik Korupsi SDA
Menurut Busyro, korupsi SDA tumbuh dalam sistem politik yang membuka ruang pembajakan kebijakan oleh kepentingan modal. Minimnya akuntabilitas membuat elite politik bergantung pada pemodal.
Ketergantungan itu, katanya, dibayar melalui kebijakan pembangunan yang menomorduakan keberlanjutan lingkungan.
Peran Negara dan Masyarakat Sipil
Busyro mendorong penguatan peran masyarakat sipil, kampus, dan media untuk merevisi Undang-Undang Partai Politik, Pemilu, dan Pilkada. Ia juga menyoroti lambannya penetapan status darurat kemanusiaan nasional atas bencana di Sumatra bagian utara.
“Penetapan status nasional adalah bukti kehadiran negara,” tegasnya.***