PancaMerdeka.com - Bandara Riyadh di serang kembali setelah insiden terbaru pada Minggu yang dilaporkan menewaskan seorang warga Pakistan dan melukai 11 orang lainnya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam serangan tersebut, sementara otoritas penerbangan sipil Arab Saudi masih melakukan penilaian kerusakan.
Netanyahu menyampaikan kecamannya melalui media sosial X. Ia menyebut serangan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh sebagai serangan teroris dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Netanyahu Kecam Serangan Bandara Riyadh
“Saya mengutuk keras serangan teroris yang mengerikan terhadap Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh,” tulis Netanyahu, sebagaimana diberitakan AFP dan dikutip pada Senin (12/10/2026).
Ia kemudian menyampaikan simpati kepada keluarga korban. “Berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban,” katanya.
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan terbaru terjadi pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Namun, informasi dalam naskah sumber belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab maupun jenis senjata yang digunakan dalam serangan tersebut.
Kronologi Bandara Riyadh di Serang dan Laporan Korban
Mengutip Reuters, serangan pada Minggu menyebabkan seorang warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya terluka. Otoritas penerbangan sipil Saudi sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah orang mengalami cedera dan penilaian kerusakan masih berlangsung.
Otoritas tersebut juga melaporkan serangan lain di Riyadh dan Bandara Dammam, yang terletak di wilayah timur Arab Saudi. Akan tetapi, naskah sumber tidak merinci dampak masing-masing insiden di kedua lokasi tersebut.
Sebelum serangan terbaru, Bandara Riyadh juga dilaporkan mengalami serangan pada Sabtu dan Kamis. Laporan yang tersedia menyebutkan peristiwa pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai 300 lainnya.
Sementara itu, serangan pada Kamis dilaporkan menewaskan tiga orang, termasuk seorang pilot Saudi Airlines. Rangkaian laporan tersebut menggambarkan dampak serius terhadap keselamatan manusia, meskipun rincian lengkap setiap kejadian belum tersedia dalam naskah sumber.
Dampak Serangan terhadap Keamanan Penerbangan
Serangan berulang di sekitar fasilitas penerbangan menempatkan keselamatan penumpang, awak pesawat, pekerja bandara, dan masyarakat sekitar sebagai perhatian utama. Penilaian kerusakan yang dilakukan otoritas Saudi menjadi bagian penting untuk mengetahui dampak insiden terbaru.
Meski demikian, belum ada informasi dalam naskah sumber mengenai penutupan bandara, pembatalan penerbangan, ataupun perubahan jadwal operasional. Karena itu, dampak terhadap layanan penerbangan belum dapat dipastikan berdasarkan laporan yang tersedia.
Identitas pelaku dan motif serangan juga belum dijelaskan dalam informasi yang diberikan. Pernyataan Netanyahu merupakan kecaman terhadap serangan tersebut, bukan bukti mengenai pihak yang melakukannya.
Perkembangan selanjutnya bergantung pada hasil penilaian otoritas penerbangan sipil Saudi dan keterangan resmi mengenai penyebab serta pihak yang bertanggung jawab. Informasi tersebut diperlukan untuk memahami skala kerusakan dan dampak keamanan dari rangkaian serangan di Riyadh dan wilayah lainnya.