pancamerdeka.com — NASA mengumumkan langkah progresif dengan fokus membangun pangkalan permanen di permukaan Bulan senilai 20 miliar dolar AS sebagai pengganti stasiun luar angkasa Lunar Gateway.
Administrator NASA, Jared Isaacman, menyatakan optimisme tinggi dalam memperkuat kehadiran abadi Amerika Serikat di luar angkasa dalam tujuh tahun ke depan. Kebijakan strategis ini diambil guna memastikan kepemimpinan antariksa yang berwibawa dan mandiri.
Perubahan besar ini mengubah kontrak bernilai miliaran dolar di bawah naungan program Artemis menjadi kekuatan baru yang lebih dinamis. NASA berkomitmen mengembalikan kejayaan eksplorasi manusia melalui infrastruktur permanen di permukaan satelit Bumi tersebut.
Optimisme Infrastruktur Berkelanjutan di Kutub Selatan
Pembangunan pangkalan ini merupakan wujud dedikasi NASA dalam menghadirkan teknologi masa depan yang lebih efisien dan elegan. Fokus utama dialihkan ke wilayah Kutub Selatan Bulan yang kaya akan sumber daya alam krusial.
"NASA berkomitmen untuk sekali lagi mencapai hal yang hampir mustahil: kembali ke Bulan sebelum akhir masa jabatan Presiden Trump, membangun pangkalan di Bulan, membangun kehadiran abadi," tegas Jared Isaacman di Washington D.C., 24 Maret 2026.
Pangkalan ini akan menjadi pusat riset yang kokoh bagi para astronaut untuk menetap dan melakukan eksplorasi mendalam. Langkah ini dinilai lebih aman dan memberikan peluang luar biasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia.
Langkah Nyata Menuju Kehadiran Permanen 2031
Melalui tiga fase pembangunan yang terukur, NASA menargetkan pangkalan operasional penuh dengan awak tetap setelah tahun 2031. Keberhasilan ini didukung penuh oleh anggaran Kongres sebesar 25 miliar dolar AS untuk tahun 2026.
"Kami memiliki sumber daya untuk melakukan ini. Kami memiliki banyak sumber daya di NASA. Kami hanya perlu memindahkannya ke arah yang menggerakkan jarum," ujar Jared Isaacman pada 24 Maret 2026.
Dukungan finansial yang kuat melalui RUU pajak Juli 2025 turut menambah keyakinan bahwa misi ini akan berjalan sesuai jadwal. Kolaborasi dengan industri dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat terwujudnya mimpi besar ini.
Kehadiran pangkalan ini bukan sekadar pos saintifik, melainkan simbol kekuatan ekonomi dan teknologi di masa depan. Dengan semangat kebersamaan, Amerika Serikat siap menyongsong fajar baru di cakrawala antariksa. ***