Bisnis

Petani Sawit Dukung Tata Kelola BUMN Eksportir Tunggal Demi Kedaulatan

Petani Sawit Dukung Tata Kelola BUMN Eksportir Tunggal Demi Kedaulatan

pancamerdeka.com — Organisasi petani kelapa sawit nasional menyatakan komitmen penuh mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto menetapkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN eksportir tunggal demi menegakkan kedaulatan ekonomi dan memberantas praktik kecurangan devisa terhitung sejak Rabu, 20 Mei 2026.

Langkah berani ini dipandang sebagai momentum emas untuk menata ulang struktur tata niaga sawit nasional. Kebijakan ini diyakini mampu mewujudkan keadilan ekonomi yang lebih kokoh.

Meskipun menghadapi guncangan harga jangka pendek akibat penyesuaian pasar, semangat para petani swadaya tidak surut. Mereka melihat masa depan yang lebih cerah di bawah naungan regulasi yang bersih.

Meskipun menjadi pihak yang paling awal dan paling terkena dampak ekonomi dari kebijakan ini, para petani kelapa sawit menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah dalam membenahi tata kelola ekspor, ujar Ketua DPW APKASINDO Sumatera Utara, Gus Dalhari Harahap dengan nada optimis.

Transisi menuju tata kelola baru ini mendorong lahirnya gagasan solutif untuk menyatukan standar harga secara nasional. Momentum ini dinilai tepat untuk menghapus ketimpangan harga lokal.

Asosiasi petani mengusulkan agar sistem penentuan harga daerah diganti dengan sistem yang dikelola langsung oleh negara. Langkah ini diambil karena adanya disparitas harga lapangan dengan harga resmi daerah yang mencapai 54 persen, seperti di Riau di mana harga resmi Rp3.866,90 per kilogram namun harga riil menyentuh Rp1.750 per kilogram. Dengan integrasi ini, 93 persen petani swadaya ke depan akan mendapatkan jaminan kepastian hukum yang setara.

Pemerintah daerah bergerak cepat menjalin komunikasi dengan para pelaku industri guna memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga. Sinergi ini memperkuat keyakinan bahwa situasi pasar segera membaik.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan pemerintah provinsi tidak tinggal diam dan berencana memanggil pihak Asosiasi Kelapa Sawit pada Senin, 25 Mei 2026 guna membahas jaminan stabilitas harga sawit.

Kolaborasi yang solid antara pemerintah dan petani menjadi kunci utama keberhasilan transformasi ekonomi ini. Optimisme yang tinggi di tingkat tapak menjadi modal besar bagi kejayaan komoditas andalan bangsa.

Ke depan jangan lagi ada harga rujukan TBS lokal. Yang ada adalah harga rujukan TBS petani sawit PT DSI, dan penugasan Tim Harga TBS Provinsi berakhir, tegas Ketua Umum APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung. ***