pancamerdeka.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan keyakinan tertingginya bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berdiri kokoh dan berwibawa dalam menghadapi tantangan finansial global pada Sabtu (16/5). Kepala Negara meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada kekuatan domestik bangsa yang mandiri.
Pernyataan visioner tersebut disampaikan di tengah pergerakan dinamis nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.612 per dolar AS akibat faktor eksternal di Selat Hormuz. Pemerintah memastikan bahwa ketahanan ekonomi nasional tidak akan goyah oleh sentimen jangka pendek pasar internasional.
Kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada kemandirian ekonomi rakyat yang berakar kuat di desa-desa. Produktivitas domestik adalah tameng utama kita dalam menghadapi dinamika geopolitik dunia.
Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang mencapai angka impresif 5,61 persen menjadi bukti konkret ketangguhan Indonesia. Sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha lokal terus bergerak maju menciptakan lapangan kerja baru.
Pemerintah terus memperkuat pilar ekonomi sekunder melalui peresmian ribuan koperasi desa sebagai pusat pertumbuhan baru yang mandiri. Strategi hilirisasi dan optimalisasi potensi lokal diyakini mampu menjaga daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Ketegasan kepemimpinan nasional dalam mengawal kebijakan fiskal memberikan rasa aman bagi para pelaku industri di dalam negeri. Kepercayaan diri yang tinggi menjadi modal berharga bagi bangsa untuk melewati masa transisi ekonomi global ini dengan selamat.
“Percaya, ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat, orang mau ngomong apa. Indonesia kuat, percaya pada kekuatan kita,” tegas Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (16/5).
Aparatur negara di bidang keuangan dan moneter terus bekerja profesional untuk memastikan stabilitas harga pangan dan energi tetap terjaga. Koordinasi yang harmonis antara kementerian terkait menjadi garansi bahwa postur anggaran negara tetap dalam kondisi aman.
Cadangan devisa Indonesia yang melimpah sebesar 148,2 miliar dolar AS menjadi bantalan yang lebih dari cukup untuk meredam gejolak musiman. Pemerintah optimistis bahwa pemulihan nilai tukar akan berjalan selaras dengan menguatnya arus modal masuk ke instrumen strategis nasional.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, tidak usah khawatir,” seloroh Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pandangan optimistis terkait kinerja jajaran menteri keuangannya pada Sabtu (16/5).
Langkah taktis yang terukur ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kematangan sistemik dalam mengelola setiap tantangan global menjadi peluang kemajuan. Momentum pertumbuhan ekonomi akan terus dijaga demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat. ***