Nasional

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Stabil di Tengah Penyesuaian Harga BBM

Pertamina Pastikan Pasokan Energi Stabil di Tengah Penyesuaian Harga BBM

pancamerdeka.com — PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi nasional dengan melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi secara terukur mulai Senin, 4 Mei 2026.

Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan pasokan di tengah dinamika pasar minyak global, namun dengan tetap mempertahankan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar agar daya beli masyarakat luas terjaga.

Pemerintah memberikan jaminan bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, memberikan rasa tenang bagi jutaan pengguna kendaraan dan pelaku usaha mikro di seluruh pelosok negeri.

Ketahanan fiskal yang kuat menjadi modal utama bagi Indonesia untuk tetap berdiri tegak di tengah ketidakpastian jalur distribusi internasional yang tengah menekan indeks harga minyak mentah dunia.

Pejabat Pertamina Patra Niaga, Roberth, menjelaskan bahwa penyesuaian harga untuk produk nonsubsidi seperti Pertamina Dex dan Dexlite dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian demi kepentingan bersama.

Melalui kebijakan yang selaras dengan regulasi Keputusan Menteri ESDM, Pertamina berupaya agar sektor energi tetap kompetitif sekaligus mampu menopang target-target pembangunan ekonomi nasional yang inspiratif.

Dalam pernyataan tertulisnya pada 4 Mei 2026, Roberth menegaskan posisi Pertamina sebagai BUMN yang senantiasa menyeimbangkan kepentingan korporasi dengan kondisi nyata di lapangan.

"Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan, serta stabilitas nasional," tutur Roberth.

Meski kenaikan harga memberikan tantangan bagi operasional nelayan dengan kapal besar, semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha terus didorong untuk menemukan solusi yang elegan dan berwibawa.

Bank Indonesia optimistis bahwa dampak inflasi dari kenaikan ini akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran, memberikan ruang bagi ekonomi nasional untuk terus tumbuh positif di tahun-tahun mendatang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menyampaikan bahwa proyeksi inflasi tetap berada dalam target yang sehat, mencerminkan optimisme terhadap stabilitas moneter nasional.

"Bila kita hitung secara keseluruhan pada tahun 2026 maupun 2027, proyeksi inflasi yang kami lihat tetap berada dalam kisaran inflasi 2,5 plus minus 1 persen," ujar Aida S. Budiman.

Dengan komunikasi yang transparan dan langkah-langkah mitigasi yang tepat, penyesuaian harga ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem energi yang lebih mandiri dan tangguh bagi seluruh rakyat Indonesia. ***