PancaMerdeka.com — Angin segar berhembus dari Laut Arafura seiring dengan terbitnya dokumen AMDAL Proyek Abadi Blok Masela yang diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup pada Jumat, 13 Februari 2026.
Langkah maju ini membawa optimisme baru bagi percepatan Proyek Strategis Nasional yang sempat tertunda selama 26 tahun tersebut. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini sebagai kado menjelang bulan suci Ramadhan bagi bangsa Indonesia.
“Alhamdulillah akhirnya kemarin di hari baik Jumat Barokah telah terbit AMDAL buat Proyek Masela, sebagai hadiah menjelang Ramadhan, Insya Allah Groundbreaking dalam waktu dekat,” ujar Djoko Siswanto pada 14 Februari 2026.
Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Maluku
Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik perkembangan ini dengan komitmen dukungan penuh guna memastikan manfaat proyek dirasakan langsung oleh masyarakat. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan pentingnya transparansi komunikasi antara pusat, daerah, dan operator proyek.
“Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen penuh mendukung Proyek Abadi Gas sebagai PSN yang memiliki peran vital bagi masa depan energi Indonesia,” tegas Hendrik Lewerissa pada 8 Desember 2025. Proyek senilai Rp353 triliun ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 10.000 tenaga kerja selama masa konstruksi.
Menuju Ketahanan Energi Mandiri
Blok Masela tidak hanya menjadi simbol kedaulatan energi, tetapi juga bukti kemajuan teknologi Indonesia melalui penerapan Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi ini memastikan produksi LNG tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan dekarbonisasi nasional.
Dengan target produksi pertama pada tahun 2030, Indonesia diharapkan mampu mengamankan pasokan gas domestik sebesar 150 MMSCFD. Sinergi antara pemerintah, INPEX, Pertamina, dan Petronas menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemandirian energi yang bermartabat di masa depan. ***