Seorang ibu meninggal di motor yang dikendarainya di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, saat membawa anak bungsunya berobat. Video yang memperlihatkan seorang balita laki-laki berdiri menatap sang ibu menyebar luas di media sosial. Perempuan bernama Luluk itu adalah orang tua tunggal bagi empat anak, yang kini menjadi yatim piatu.
Luluk meninggal tepat di hadapan anak bungsunya. Dua tahun sebelumnya, suaminya, Samsudin, lebih dulu berpulang. Samsudin, kata pihak keluarga, aktif di Ansor dan Banser. Sejak itu Luluk menghidupi empat anaknya sendirian, dan yang tertua baru berusia 12 tahun.
Jurnalis Tribun Jatim yang melayat ke rumah duka di Desa Jebeng menyebut banyak orang mengenal Luluk sebagai pekerja keras. Ia mencari daun pisang untuk disetor ke pemilik rumah makan dan pedagang makanan, membuat rujak buah dan asinan untuk penjual jajan di pinggir jalan, lalu mengumpulkan kain perca yang disetor sebagai bahan keset.
Kasus ibu meninggal di motor ini mengundang simpati dari banyak pihak. Pada Rabu (21/10/2026), Plt Bupati Ponorogo bersama Kapolres Ponorogo bertakziah ke rumah duka. Plt Bupati memastikan keempat anak berada dalam pengasuhan yang baik dan menawarkan agar anak-anak yang masih bersekolah masuk Sekolah Rakyat berasrama di Kabupaten Ponorogo.
Keluarga menolak tawaran itu. Mereka menyatakan sanggup mengasuh keempat anak tersebut.
Tiga anak yang lebih besar sudah tinggal di pondok pesantren di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Ponorogo, sejak ayah mereka meninggal. Mereka akan terus bersekolah di sana, dengan biaya yang tetap ditanggung keluarga Luluk. Anak bungsu, yang menurut laporan Tribun Jatim berusia 3,5 tahun, diasuh bude-nya, kakak Luluk, di Desa Jebeng. Dua saudara Luluk mengaku sanggup membiayai dan mengasuh anak-anak itu.
Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Ponorogo, kepada Tribun Jatim, menyatakan akan memberikan pendampingan psikologis karena salah satu anak menyaksikan langsung ibunya meninggal.