Daerah

Rumah Imam Masjid di Gorontalo Diperbaiki Pemuda Shiddiqiyyah Lewat Program Rumah Syukur Layak Huni

Rumah Imam Masjid di Gorontalo Diperbaiki Pemuda Shiddiqiyyah Lewat Program Rumah Syukur Layak Huni

Di ujung gang Pilolodaa, Kota Gorontalo, aroma semen baru menyambut siapa pun yang lewat. Di dalam rumah sederhana berwarna putih itu, Hani Abdul (63) duduk di kursi roda sambil menatap dinding yang kini kokoh. Ia tak menyangka rumah yang dulu nyaris roboh, kini berdiri layak berkat bantuan sekelompok pemuda.

Mereka adalah bagian dari Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), yang menjalankan program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina — gerakan sosial untuk membangun rumah bagi warga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina Gorontalo 2

Hani adalah istri almarhum Usman Mohamad, imam Masjid Sabilil Muhtadin. Selama hidupnya, Usman mengabdi kepada masyarakat tanpa pamrih. Tak ada rumah dinas, apalagi tabungan. Setelah suaminya wafat, Hani dan anaknya nyaris menyerah menghadapi kondisi rumah yang lapuk.

Namun pada Oktober lalu, OPSHID datang melakukan survei dan kemudian benar-benar merehab total rumah itu. Pekerjaan rampung dalam sebulan. Peresmian dilakukan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan.

“Rasanya seperti mimpi,” ujar Hani dengan mata berkaca. Ia menangis, bukan karena rumah barunya, melainkan karena merasa kembali diingat.

Bagi OPSHID, pembangunan rumah ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud kepedulian terhadap mereka yang berbuat dalam senyap.